Apa sih pendidikan itu ? salah satu bidang yang ada dalam elemen suatu
Negara. Yang di dalam agama islam, Allah mewajibkan kepada Hamba nya untuk
senantiasa menuntut Ilmu. Lalu apa kaitannya dengan Kemiskinan ?? jelas ada.
Di Negara kita, pemerintah Indonesia mewajibkan
program wajib belajar selama 9 tahun, atau sampai jenjang SMP namun sayangnya
tidak semua anak negeri bisa merasakanya, lagi lagi karna tersandung masalah
biaya. Ini berarti, tingginya pendidikan seseorang bisa di tentukan oleh berapa
banyak uang yang dipunyai nya. Miris sekali, padahal kita tahu bahwa banyak
sekali siswa yang pintar namun tak bisa melanjutkan pendidikannya karna tak
adanya biaya. Menanggapi ini pemerintah sebenarnya sudah menggalakkan beasiswa
untuk siswa – siswi yang kekurangan biaya. Seperti halnya Dana BOS, Bsm, Kartu
Indonesia Pintar dan Bidik Misi untuk jenjang perkuliahan. Namun beasiswa
seperti ini tetap saja tidak mengurangi permasalahan pendidikan di Indonesia,
mength
a ? karna beasiswa seperti ini hanya bisa di peroleh
bagi siswa yang ada di daerah perkotaan atau sekitarnya. Tidak dengan siswa –
siswi yang ada di daerah terpencil / pelosok. Bukan hanya beasiswa, bahkan
materi pelajaran yang mereka dapatkan pun pastinya berbeda dengan yang ada di
kota. Ini disebabkan kurangnya biaya rakyat yang ada di pelosok untuk mengakses
pendidikan yang sama seperti yang ada di kota. Bagi siswa yang ada di pelosok
seberapa banyak uang yang mereka punya, sampai disitulah akhir perjuangan
mereka. Yah, karna kebanyakan dari mereka adalah rakyat dengan ekonomi rendah/
miskin.
Andai saja pemerintah Indonesia mau menyisihkan uang
Negara untuk lebih memajukan pendidikan di Indonesia daripada meningkatkan gaji
para pejabat pejabat tinggi atau membangun transportasi super canggih. Yang
mereka pikir bahwa dengan banyaknya alat alat canggih di Negara kita, Negara
tetangga akan berangapan bahwa Negara kita adalah Negara yang kaya. Padahal
pada faktanya, BIG NO !!
Bayangkan jka Negara Indonesia, suatu Negara yang
berkembang memiliki anak anak bangsa yang menempuh jenjang pendidikan yang
tinggi dan sama ratanya. Yang dengan kepintaran anak bangsa ini, mereka bisa
menciptakan pembaharuan di tanah air. Bisa menciptakan lapangan pekerjan sendiri,
bisa menemukan tekhnologi tekhnologi mutakhir, bisa mencukupi kebutuhan Negara,
dan tidak ada lagi yang namanya anak putus sekolah untuk menjadi TKW di luar
negeri karena tidak ada biaya untuk melanjutkan sekolah. Dan yang pasti rakyat
Indonesia bisa meningkatkan kualitas hidup dan kemiskinan sudah bukan menjadi
alasan untuk tidak melanjutkan pendidikan. Karena pemerintah Indonesia
mengutamakan pendidikan anak bangsa, dan membiayai siapapun anak bangsa yang
berkekurangan biaya. Mungkin apa yang saya tulis ini merupakan perwakilan apa
yang anak bangsa rasakan Dan harapkan,semoga ini bisa menjadi nyata dan para
penulis bisa terus menyalurkan aspirasi rakyat Indonesia. Terimakasih.
😊
sepakat.
BalasHapus