Minggu, 12 Maret 2017

Mia Anggrraini Mustika Dewi - HUBUNGAN KEMISKINAN DENGAN TINGKAT PENDIDIKAN

           Pendidikan  merupakan salah satu tolak ukur  maju ataupun tidaknya suatu negara, jika pendidikan di negara itu maju, maka majulah juga semua bidang di negara itu. Dengan berbekal pendidikan suatu bangsa dapat bangkit dari keterpurukanya. Namun dapat kita saksikan  bahwa tidak semua masyarakat di Indonesia dapat mengenyam  bangku pendidikan.
            Begitu pula masalah kemiskinan, masalah kemiskinan selalu menjdi fokus permasalahan di pemerintahan, termasuk di Indonesia. Masalah kemiskinan di pengaruhi oleh laju pertumbuhan penduduk yang menyebakan banyaknya pengangguran, ketimpangan sosial, dan juga masalah pada bidang pendidikan. Saat ini untuk dapat mengenyam pendidikan dengan kualitas yang baik maka para orang tua harus membayar yang lebih, namun untuk para keluarga yang kurang mampu  hanya mendapat pendidikan yang di bawah standart, atau bisa jadi mereka putus sekolah karena tidak dapat membayar biaya sekolah.
            Bagi bangsa ynag memnginginkan negaranya maju maka kualitas pendidikanlah yang sangat perlu diperbaiki. Dan kita semua juga mengetahui kan bahwa sebagian besar dari masyarakat di indonesia tergolong berekonomi  rendah, dan mereka masih bisa dikatakan  masih terlilit predikat miskin. Kini kita dapat melihat bahwa semua jenjang sekolah negeri sudah menjadi lembaga yang komersial , yang bertindak bukanlah persyaratan dari kurikuler. Anak – anak yang telah berusia 7 tahun harus dimasukan sekolah dasar. Dan peraturan ini tidak dapat ditawar lagi, untuk persyaratan masuk sekolah dasar didasarkan pada umur.
            Namun pada kenyataanya program belajar ini malah dipersulit lagi dengan mahalnya biaya masuk sekolah dasar, sehingga masyarakat yang berekonomi rendah tidak dapat membayar biaya tersebut. Bagi masyarakat yang kaya tidak ada masalah bagi mereka, mereka bisa menyekolahkan anaknya di sekolah negeri dengan mudahnya, sedangkan masyarakat yng miskin akan sulit untuk bersekolah dan juga parahnya mereka akan tidak bersekolah.
            Dan untuk masuk di sekolah swasta tambah sulit lagi bagi masyarakat miskin. Dampaknya para anak bangsa akan kesulitan untuk mendapat kesempatan mengenyam bangku sekolah meskipun hanya 9 tahun. Sungguh sangat di sesalkan padahal negara ini telah merdeka selama 60 tahun, namun sangat di sayangkan masih banyak anak bangsa yang buta huruf karena terlilit keadaan kemiskinan di negeri ini, negeri yang kaya namun penghuninya miskin, hal ini dapat memperburuk kedaan negeri karena kualitas sumber daya manusia menurun, dan mereka tidak mampu bersaing dengan negara negara lain
            Dengan demikian  maka pembekalan ilmu sosial sangatlah penting karena merka akan memiliki harga diri, menambah wawasan  mereka, sehingga mereka tidak akan bertindak yang bodoh untuk kemajuan negeri ini. Namun kembali lagi pada permasalahan di awal yaitu jika praktik praktik pungutan di sekolah sekolah tetap dibiarkan maka hal tersebut akan menambah deretan anak – anak bangsa yang tidak dapat bersekolah dan parahnya mereka mengalami buta huruf. Dan pada akhirnya negeri ini akan dihuni oleh si golongan kaya yang  yang mempunyai kelas tersendiri. Dan untuk si golongan miskin mereka akan menjadi golongan yang tersisih dan tidak terpelajar, dan jika itu benar terjadi, maka mau jadi apa negeri kita yang akan berakibat pada kesenjangan sosial. Namun anehnya kasus seperti ini malah terjadi pada saat telah dilaksanakan otonomi daerah, yang seharusnya ekonomi dari pada masyarakat suau daerah tersebut sudah dapat dikontrol dengan mudah.
            Pendidikan sangatlah penting, namun karena mahalnya biaya pendidikan malah justru menghambat perkembangan pendidikan di Indoneia hal ini dikarenakan keadaan ekonomi sebagian masyarakat masih rendah atau dapat dikatakan miskin. Hal tersebut menyebabkan mereka mendapatkan pendidikan yang minim.
            Dampak kemiskinan pada pendidikan sangatlah besar. Jika kemiskinan tidak segera di atasi maka tingkat pendidikan akan terus menerus menurun karena biayanya sangat mahal, padahal  pada zaman yang modern ini tingkat pendidikan sangatlah penting untuk dapat mengimbangi persaingan antar negara - negara
            Kemiskinan merupakan masalah yang paling pokok dalam kehidupan manusia. Kemiskinan memberikan dampak yang luar biasa pada seluruh bidang, terutama pada bidang pendidikan.  Sebenarnya pemerintah juga telah memberikan beberapa bantuan pada masyarakat, seperti bantuan warga tidak mampu, serta  pada bidang pendidikan, yang bisa dibilang cukup besar, namun mengapa angka kemiskinan tetap saja tinggi. Faktor kemiskinan yaitu karena meningkatnya jumlah penduduk namun tidak diimbangi dengan kualiatas sumber daya manusianya itu sendiri, juga tidak meratanya pendidikan, contohnya seperti di daerah yang terisolasi pendidikan mereka sangatlah minim karena sekolah serta tenaga pengajarnya juga seadanya, dan juga disebabkan oleh para pejabat yang melakukan korupsi.

            Dampak kemiskinan dengan tingkat pendidikan yaitu banyaknya anak anak usia produktif yang putus sekolah, bahkan ada juga yang memang tidak berskolah, dan itu disebabkan karena masalah biaya. Bantuan sosial yang dapat dilakukan yaitu dengan menyamaratakn pendidikan di daerah pusat maupun di dareah terpencil sekalipun, membantu modal bagi yang perekonomianya lemah, dan juga proses pemberantasan korupsi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar