Pendidikan merupakan salah satu tolak ukur maju ataupun tidaknya suatu negara, jika
pendidikan di negara itu maju, maka majulah juga semua bidang di negara itu.
Dengan berbekal pendidikan suatu bangsa dapat bangkit dari keterpurukanya.
Namun dapat kita saksikan bahwa tidak
semua masyarakat di Indonesia dapat mengenyam bangku pendidikan.
Begitu
pula masalah kemiskinan, masalah kemiskinan selalu menjdi fokus permasalahan di
pemerintahan, termasuk di Indonesia. Masalah kemiskinan di pengaruhi oleh laju
pertumbuhan penduduk yang menyebakan banyaknya pengangguran, ketimpangan
sosial, dan juga masalah pada bidang pendidikan. Saat ini untuk dapat mengenyam
pendidikan dengan kualitas yang baik maka para orang tua harus membayar yang
lebih, namun untuk para keluarga yang kurang mampu hanya mendapat pendidikan yang di bawah
standart, atau bisa jadi mereka putus sekolah karena tidak dapat membayar biaya
sekolah.
Bagi
bangsa ynag memnginginkan negaranya maju maka kualitas pendidikanlah yang
sangat perlu diperbaiki. Dan kita semua juga mengetahui kan bahwa sebagian
besar dari masyarakat di indonesia tergolong berekonomi rendah, dan mereka masih bisa dikatakan masih terlilit predikat miskin. Kini kita
dapat melihat bahwa semua jenjang sekolah negeri sudah menjadi lembaga yang
komersial , yang bertindak bukanlah persyaratan dari kurikuler. Anak – anak
yang telah berusia 7 tahun harus dimasukan sekolah dasar. Dan peraturan ini
tidak dapat ditawar lagi, untuk persyaratan masuk sekolah dasar didasarkan pada
umur.
Namun pada
kenyataanya program belajar ini malah dipersulit lagi dengan mahalnya biaya
masuk sekolah dasar, sehingga masyarakat yang berekonomi rendah tidak dapat
membayar biaya tersebut. Bagi masyarakat yang kaya tidak ada masalah bagi
mereka, mereka bisa menyekolahkan anaknya di sekolah negeri dengan mudahnya,
sedangkan masyarakat yng miskin akan sulit untuk bersekolah dan juga parahnya
mereka akan tidak bersekolah.
Dan
untuk masuk di sekolah swasta tambah sulit lagi bagi masyarakat miskin.
Dampaknya para anak bangsa akan kesulitan untuk mendapat kesempatan mengenyam
bangku sekolah meskipun hanya 9 tahun. Sungguh sangat di sesalkan padahal negara
ini telah merdeka selama 60 tahun, namun sangat di sayangkan masih banyak anak
bangsa yang buta huruf karena terlilit keadaan kemiskinan di negeri ini, negeri
yang kaya namun penghuninya miskin, hal ini dapat memperburuk kedaan negeri
karena kualitas sumber daya manusia menurun, dan mereka tidak mampu bersaing
dengan negara negara lain
Dengan
demikian maka pembekalan ilmu sosial
sangatlah penting karena merka akan memiliki harga diri, menambah wawasan mereka, sehingga mereka tidak akan bertindak
yang bodoh untuk kemajuan negeri ini. Namun kembali lagi pada permasalahan di
awal yaitu jika praktik praktik pungutan di sekolah sekolah tetap dibiarkan
maka hal tersebut akan menambah deretan anak – anak bangsa yang tidak dapat
bersekolah dan parahnya mereka mengalami buta huruf. Dan pada akhirnya negeri
ini akan dihuni oleh si golongan kaya yang
yang mempunyai kelas tersendiri. Dan untuk si golongan miskin mereka
akan menjadi golongan yang tersisih dan tidak terpelajar, dan jika itu benar terjadi,
maka mau jadi apa negeri kita yang akan berakibat pada kesenjangan sosial.
Namun anehnya kasus seperti ini malah terjadi pada saat telah dilaksanakan
otonomi daerah, yang seharusnya ekonomi dari pada masyarakat suau daerah
tersebut sudah dapat dikontrol dengan mudah.
Pendidikan
sangatlah penting, namun karena mahalnya biaya pendidikan malah justru
menghambat perkembangan pendidikan di Indoneia hal ini dikarenakan keadaan
ekonomi sebagian masyarakat masih rendah atau dapat dikatakan miskin. Hal
tersebut menyebabkan mereka mendapatkan pendidikan yang minim.
Dampak
kemiskinan pada pendidikan sangatlah besar. Jika kemiskinan tidak segera di
atasi maka tingkat pendidikan akan terus menerus menurun karena biayanya sangat
mahal, padahal pada zaman yang modern
ini tingkat pendidikan sangatlah penting untuk dapat mengimbangi persaingan
antar negara - negara
Kemiskinan
merupakan masalah yang paling pokok dalam kehidupan manusia. Kemiskinan
memberikan dampak yang luar biasa pada seluruh bidang, terutama pada bidang
pendidikan. Sebenarnya pemerintah juga
telah memberikan beberapa bantuan pada masyarakat, seperti bantuan warga tidak mampu,
serta pada bidang pendidikan, yang bisa
dibilang cukup besar, namun mengapa angka kemiskinan tetap saja tinggi. Faktor
kemiskinan yaitu karena meningkatnya jumlah penduduk namun tidak diimbangi
dengan kualiatas sumber daya manusianya itu sendiri, juga tidak meratanya
pendidikan, contohnya seperti di daerah yang terisolasi pendidikan mereka
sangatlah minim karena sekolah serta tenaga pengajarnya juga seadanya, dan juga
disebabkan oleh para pejabat yang melakukan korupsi.
Dampak kemiskinan
dengan tingkat pendidikan yaitu banyaknya anak anak usia produktif yang putus
sekolah, bahkan ada juga yang memang tidak berskolah, dan itu disebabkan karena
masalah biaya. Bantuan sosial yang dapat dilakukan yaitu dengan menyamaratakn
pendidikan di daerah pusat maupun di dareah terpencil sekalipun, membantu modal
bagi yang perekonomianya lemah, dan juga proses pemberantasan korupsi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar